Rabu, 06 Oktober 2010

Apa itu PUSL? Pentingnya Pengukuran PUSL dalam Analisa Matot 1st Boot Error

Selama ini sering kita membaca skema skema ponsel Nokia.
Terlihat adanya Jalur PUSL (7:0)

Dengan mengetahui system kerja PUSL tsb, secara dengan mudah kita akan dapat mengetahui kerusakan Matot 1st boot error baik CMT (RAP) maupun APE (OMAP).

Apa yg dimaksud dgn PUSL itu?
Seberapa pentingkah PUSL terhadap proses Startup Ponsel ?
Apa yang diakibatkan apabila salah satu PUSL tsb bermasalah?
Bagaimana Cara Analisa & Pengukuran PUSL tsb ?


Dalam thread kali ini jika semua berkenan, saya akan menjabarkannya secara detail agar mudah dipahami dalam menganalisa kerusakan ponsel.


Coba Buka Skema salah satu Nokia BB5, ketika kaca kunci PUSL maka akan ditemukan PUSL.
PUSL ini bukanlah komponen, juga bukannya tegangan maupun clock. ia hanyalah gabungan dari system rangkaian yang berjumlah 8 kalau di Skema Nokia.

Bila salah satu atau lebih PUSL ada masalah, maka akan berdampak HP akan matot 1st boot error, maupun Blank Putih (APE Error, Product Selection Mismatch, APE 1st boot error. dll istilah)

PUSL (Power Up System Logic)
adalah salah satu syarat kerja untuk penyalaan ponsel. Berupa suatu sistem rangkaian kerja dan perintah antara Processor dengan Power Management.

Syarat Kerja penyalaan Ponsel antara lain :

1. Teg. Batt
2. Trigger (ON/Off)
3. Tegangan2 Regulator
4. PUSL
5. System Clock
6. Data.


Kali ini saya akan membahas PUSL menurut versi saya sendiri berdasarkan literatur2 yang ada.


Ke Delapan System PUSL antara lain :

0. PURX (Power Up Reset X)
1. SleepClk
2. RstX
3. SleepX
4. ApeSleepX (BTClk)
5. SMSPClk
6. SysClk
7. Clk600


Diurutkan mulai dari 0 - 7.
Mengapa harus diurutkan. Karena Proses kerja penyalaan HP dimulai dari 0 hingga 7. Jadi berurutan tdk mengacak.

0. PURX
Adalah Tegangan Reset sebesar 1,8V dari IC Power1 (RETU/AVILMA) utk CPU (RAP dan OMAP) dan IC Power2 (TAHVO/BETTY).

Jadi dengan mudahnya kita mengukur PURX sebesar 1,8V dgn Multimeter saja. Mudah saja kan....
Bila PURX tdk muncul cek sumbernya dari IC Power 1. Juga kemungkinan short dari komponen penerima tsb (RAP/OMAP/TAHVO/BETTY)


1. SleepCLK = 32,768 Khz

Adalah Clock sebesar 32 Khz yg dikirimkan dari IC Power 1 dgn referensi dari 32,768 Khz Crsytal Clock menuju ke CPU (RAP & OMAP) serta utk IC BTFM (Bluetooth FM Radio)


Gelombang Sinus dari 32,768 Khz Crystal akan diubah menjadi Gelombang SquareWave 32,768Khz oleh IC Power1, utk dikirim ke CPU sbg syarat kerja CPU.

Mengukurnya?
Gunakan Frequency Counter, dan ukur di Test Point Sleep Clock tsb. Bila keluar 32,768 Khz atau 32,769 Khz. pertanda bagus.
Bila Menyimpang. Misalnya 32,760 Khz atau 32,4 Khz. Maka HP akan lambat proses kerjanya, Dering akan lambat temponya. Jam akan tdk akurat, selalu ketinggalan, HP signal bisa kadang hilang kdg timbul, HP Mati sendiri.
Solusinya dgn mencek 32,768 Khz crystal tsb dan juga IC Power1 (RETU/AVILMA/UEM/CCONT)

2. RSTX = 4V

Apa yg dimaksud RSTX?
RSTx adalah Perintah kerja (Reset) dari komponen Master ke Komponen Slave. Dalam hal ini pada BB5 adalah dari RETU/AVILMA ke TAHVO/BETTY juga kepada APE SMPS dan APE Flash Regulator. Agar TAHVO/BETTY juga SMPS mulai melakukan fungsi kerjanya.
Mengukurnya? Anak kecil juga bisa
Pakai Multitester DCV ukur di Test Point nya maka akan terlihat nilai RSTX = Nilai VBat yaitu 3,6V s/d 4,1 V.
Kalau Battnya hampir habis 3,6 ya RSTX 3,6V
Kalau Batt full 4,1V ya RSTX = 4,1V
Kalau batt 0V ya RSTX = 0V juga.

Jadi teg. RSTX mengikuti teg. Batere.
Apa yg terjadi jika RSTX problem?
Maka jelas HP akan Matot karena TAHVO/BETTY tdk bekerja...
Siapa yang perlu divonis?
Ya Sumbernya dari RETU/AVILMA. Namun cek juga kemungkinan konslet dari komponen penerima.


3. SleepX = 1,8V

SleepX adalah Respon balik dari CPU (RAP) kepada RETU, TAHVO, juga kpd BTFM.

Sebagai jawaban dari PURX yg dikirim oleh RETU/AVILMA.
Sama seperti PURX besarnya = 1,8V.
mengukurnya juga mudah saja.
Jika tdk keluar, walaupun PURX sdh ok, maka perlu dicurigai dari CPU/RAP bermasalah. Juga jalur penerimanya.

Tapi Cek dulu apakah CPU sdh dikasih makan?

(Alias Sdh dapat VCORE 1,4V dari TAHVO/BETTY setelah TAHVO/BETTY direset oleh RETU/AVILMA maka TAHVO/BEETY akan mengeluarkan VCORE. Jadi semua saling berhubungan.)
Nah dari keempat PUSL tsb. semua mempengaruhi HP matot 1st boot error. Jadi teknisi yang baik harus dapat mengukurnya. Jika tidak dapat mengukurnya, apalagi mengetahuinya, ya bukan teknisi yang professional donk..
Selanjutnya ke empat PUSL berikut akan saya lanjutkan. Keempat PUSL terakhir tdk sampai menyebabkan HP matot. Namun kerusakan APE 1st boot error, Blank Putih, Product Selection Mismatch.


4. ApeSleepX = 1,8V

APE SleepX adalah Teg. Perintah yg dikirimkan dari OMAP menuju RAP, RAP ke OMAP. Antara kedua CPU saling berinteraksi.

Juga sebagai syarat kerja dari BTFM..

Juga pada APE SMPS N70 kaki VSEL (Voltage Selector), dibutuhkan APE SleepX ini, utk mengatur teg. Output VCOREA dari SMPS ini.
Saat APE SleepX 1,8V HP kondisi Local Mode maka SMPS outputnya adalah 1,4V

Jika APE SleepX turun dari 1,8V maka HP kondisi Sleep Mode maka SMPS outputnya adalah 1,05V.

Mengukurnya mudah saja ya, ukur 1,8V di Testpoint APE SleepX.

Jika tdk keluar bisa cek OMAP, dan rangkaian penerimanya.


5. SMPSclk = 2,4 Mhz

Agar TAHVO/BETTY Mengeluarkan VCore maka salah satu syarat kerjanya adalah SMPS Clock selain RSTX tadi.

Saat SMPS Clock 2,4Mhz TAHVO/BEETY akan mengeluarkan VCORE =1,4V
Saat SMPS Clock Low, maka TAHVO/BETTY akan mengeluarkan VCORE 1,05V

Mengukurnya gunakan Frequency Counter saja di kaki testpoint SMPS Clcok tsb. (Contoh pd N70 di J2308)
akan terlihat besaran Frequency 2,4 mhz.

Jika tdk keluar boleh dicurigai pemberi nya adalah RAP, sedangkan sumbernya adalah dari VCTCXO --> RF CLock sendiri.

SMPSClk 2,4 Mhz tdk keluar ke TAHVO/BETTY bisa mengakibatkan matot, sdgkan jika tdk keluar ke APE SMPS bisa mengakibatkan Blank Putih.

6. SysClk = 19,2 Mhz

SysClk 19,2 hz adalah syarat kerja dari OMAP. Apabila tdk keluar maka OMAP tdk bekerja ya hasilnya 1st boot APE Error (Product Selection Mismatch)

SYS Clk utk OMAP berasal dari RAP.
RAP juga bersumber dari RF Clock 38,4 Mhz oleh internal RAP dibagi2 menjadi SYS CLK 19,2 Mhz.

Mengukurnya gunakan Frequency Counter..

7. Clk600 = 600 Khz.

Clk600 dari TAHVO/BETTY utk IC SMPS.

Mengukurnya jelas menggunakan Frequency Counter.
Bila tdk keluar maka bisa dipastikan TAHVO/BETTY sbg pemberinya.

Clk600 ini sbg syarat kerja dari IC APE SMPS.

Bilmana CLK600 tdk bekerja, maka SMPS juga jadi malfunction, sehingga OMAP juga ikut tdk berfungsi akibatnya 1st boot APE error.

Apabila kita sdh menjumper VCOREA ke VCORE yg sama2 1,4V.

Maka sdh tdk diperlukan lagi Clock600 ini, juga berikut komponen SMPS dan Coilnya.

Demikianlah penjabaran dari system PUSL ini pada Nokia.
Diharapkan para teknisi dapat mengukur ke delapan system ini dengan benar sebagai prosedur penganalisaan dan pengukuran masalah HP Matot dengan benar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar